Selasa, 08 Desember 2009

Manusia purba di Indonesia

Indonesia menempati posisi penting dalam penemuan manusia purba sebab fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia berasal dari semua kala Pleistosen. Manusia-manusia purba yang ditemukan di Indonesia adalah sebagai berikut.

a) Meganthropus Paleojavanicus (manusia purba raksasa dari jawa)

Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koeningswald di Sangiran, lembah Bengawan Solo pada tahun 1936-1941. Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen Bawah.

Ciri-ciri :

- jenis manusia purba paling primitif

- hidup dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering)

- makanan utamanya berasal dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan

- badan tegap

- rahang dan geraham sangat besar dan kuat

- tonjolan keningnya menjorok

- tonjolan tulang kepala bagian belakang besar

- tidak mempunyai dagu

- diduga sudah berjalan tegak

- volume otak 1029 cc

b) Pithecanthropus (manusia kera berjalan tegak)

Fosil Pithecanthropus adalah fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Fosil Pithecanthropus berasal dari Pleistosen bagian bawah dan tengah.

Ciri-ciri :

- tinggi badan berkisar 165-180 cm

- hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan (hunting and food gathering)

- badan tegap tapi tidak setegap meganthropus

- geraham besar

- rahang kuat

- tonjoln kening melintang yang tajam

- dagu dan hidung lebar

- sudah berjalan tegak

- volume otak 750-1000 cc

Pithecanthropus terdiri dari beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Pithecanthropus Mojokertensis

Ditemukan oleh Von Koeningswald di desa Perning, Lembah Bengawan Solo Mojokerto, Jawa Timur pada lapisan Pleistosen Bawah. Ia berhasil menemukan sebuah tengkorak anak-anak yang usianya diperkirakan lima tahun. Pithecanthropus Mojokertensis berbadan tegap, mukanya menonjol ke depan dengan kening yang tebal dan tulang pipi yang kuat.

2. Pithecanthropus Robustus

Ditemukan oleh Weidenreich dan Von Koeningswald pada tahun 1939 di Trinil, Lembah Bengawan Solo. Fosil ini berasal dari Pleistosen Bawah. Von Koeningswald menganggap fosil ini sejenis dengan Pithecanthropus Mojokertensis.

3. Pithecanthropus Erectus

Ditemukan oleh Eugene Dubois di desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur, pada tahun 1890 berasal dari lapisan Pleistosen Tengah. Mereka hidup sekitar satu juta sampai satu setengah juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Erectus berjalan tegak dengan badan yang tegap dan alat pengunyah yang kuat. Bila dihubungkan dengan teori evolusi Darwin, Pithecanthropus Erectus dianggap sebagai Missing Link atau makhluk peralihan dari kera ke manusia. Di Asia, fosil Pithecanthropus di gua di daerah Chou-kou-tien, Cina dan disebut Pithecanthropus Pekinensis. Di Afrika, ditemukan di Kenya dan disebut Australopithecus Africanus. Di Eropa Barat dan Tengah disebut manusi Piltdown dan Heidelberg. Menurut para ahli, jenis makhluk ini kemudian berevolusi menjadi Homo Neanderthalensis. Menurut Teuku Jacob, Pithecanthropus sudah bias bertutur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar