Jumat, 12 November 2010

Percakapan Imaji (Latihan Sebuah Pembebasan II)

Riesa Annis Safitri-Miss Red

Ombak meraung
Bersama kicauan burung camar
Yang menari di atas semenanjung
Ditemani cahaya keemasan senja....

45 menit yang lalu · Komentari · Suka
*
Riesa Annis Safitri-Miss Red menyukai ini.

o
Muda Wijaya ‎;

Gadis manis bergaun merah menyala
Menangkapi asin matanya
Ia mulai belajar tentang cuaca


36 menit yang lalu · Suka
o
Riesa Annis Safitri-Miss Red ;


Kurebahkan tubuhku di atas jutaan pasir putih
Kupandangi langit
Burung camar dan ombak menyapaku
Aku tersenyum pada mereka
Kupejamkan mataku
Menikmati alunan ombak yang begitu berirama
Dihiasi kicauan burung camar


32 menit yang lalu · Suka
o
Muda Wijaya ‎;

Lalu memintal segala peristiwa..
Getar ombak dan dan kicau camar
Bernada dalam tubuhnya..
Disela pasir putih itupun suaranya menuliskan larik..

25 menit yang lalu · Suka
o

Riesa Annis Safitri-Miss Red ;

Angin pun tak mau kalah
Bersiulah ia bersama gesekan daun kelapa
Yang memberikan melodi

21 menit yang lalu · Suka
o
Muda Wijaya ‎;

Telah diciptakan orkestra yang tak habis
Sebelum pulang bersahabat mengajak pulang
Tak habis habis kegelisahan..
Serupa merebut rindu yang tak tertangkap..


18 menit yang lalu · Suka
o
Riesa Annis Safitri-Miss Red ;

Alam telah memandikan tubuhku
Dengan segala alunannya
Aku masih ingin melanjutkannya
Aku belum ingin menyudahinya


15 menit yang lalu · Suka
o
Muda Wijaya ‎;

Di sebab suara suara semata bersandar
Lalu pandangnya yang tak sunyi
Sebelum diluar betanya tanya tentang setia
Dan langit membuka warna untukmu semata
Tanpa memngaburkan makna tengadah


8 menit yang lalu · Suka
o
Riesa Annis Safitri-Miss Red ;

Kesetiaan pada alunan alam
Tak ingin kembali pada kesunyian
Alam telah menutup pintu kesunyianku


ANTAR DINDING ;


Muda Wijaya-Riesa Annis Safitri

Menegadahkan rasa lelah menantang langit
Menerima berita berpusing tentang kematian..


Riesa Annis Safitri - Muda Wijaya

Langit pun menangis
Membawa berita kematian

Sementara Dewa kematian sedang tersenyum
Bersama awan kelabu dan tumpukan abu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar