Sabtu, 21 Agustus 2010

SANG MENTARI

SANG MENTARI
By Riesa feat Yogi

I
Yogi :
Pagi datang
Menghapus jejak sang malam
Memberi cerah arti hidup
Memberi warna hati bahagia
Hilang terasa beban jiwa
Saat ku sambut sinarnya

Riesa :
Sambutlah sang mentari dengan suka cita
Yang selalu memberikan pencerahan
Yang akan menghilangkan segela kepenatan
Ketika mentari itu tersenyum
Mengucapkan salam paginya padamu

Merasuk dalam jiwamu
Membuat kau tersenyum
Yang akan menemanimu
Hingga ia harus kembali memberikan salam perpisahan padamu
Aku harap awan kelam tak bersedia mengganggu senyuman sang mentari
Yang dapat menghilangkan senyumanku dan kau

Yogi :
Mentari
Teruslah cerahkan duniaku
Meski waktu khan gelap
Teruslah sinari hatiku
Karna, cahyamu takkan hilang dihatiku

Riesa :
Cahaya mentari itu akan selalu setia
Mencerahkan seluruh dunia
Meski terkadang cahaya mentari itu lenyap di halau oleh awan kelam
Tetapi, mentari itu akan tetap tersenyum dari balik awan
Menyinari hatimu

Yogi :
Saat aku tatap mentari
Aku takut cahayanya menyilaukan hatiku
Sempat tersirat tuk menghalau cahaya tersebut
Tapi aku sadar
Hatiku kan gelap tanpa cahaya
Kini, cahaya itu kan ku terima meski menyakitkanku

II
Yogi :
Kini ku rasa gelap dalam hati
Tanpa kau matahari yg menyinari
Kau pergi menyinari hati yg lain
Sempat kau singgah menyinariku
Namun indah sang rembulan buatku tak rasakanmu
Kini kan ku tunggu kembali cahayamu
Kan ku simpan dalam harmoni maharani, matahariku

Riesa :
Kelamny hati ku yakin tak kan lama
Segera kan berakhir
Cepat atau lambat
Mentari kan kembali buatmu tersenyum
Jika kau setia menunggu hingga harmoni maharani mentari kembali buatmu tersenyum

Yogi :
Hanya 1 matahari dihati
Matahari yg dapat hangatkan hati dan memberikan arti hidup di dunia
Hanya dia
Kan ku tunggu hingga sang maharani, mentari kan kembali

Riesa :
Tunggulah....
Tak kan ada 2 matahari di hati
Yg kan menghangatkan hatimu
Yg kan memberikan arti hidup di dunia

Cukuplah...
Dengan 1 matahari
Yg menghiasi hatimu
Memberi arti hidup di dunia

Tunggulah....

III
Yogi :
Matahari...
Aq terperosok di lubang kegelapan hati...
Tanpa cahyamu...
Matahari...
Sinarilah aku, datanglah di negeri hatiku...
Kan ku tunggu hingga akhir waktuku...
Kau, maharani, matahariku...

Riesa :
Sinar maharani sang mentari kan menyinari hatimu
Cepat atau lambat
Tunggulah dengan setia
Kau tak akan terperosok ke lubang kegelapan hati
Ia kan datang ke negeri hatimu
Negeri hati penuh cahaya
Kau akan terperosok ke lubang cahaya maharani sang mentari....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar