Rabu, 10 Maret 2010

BIOGRAFI TAJUDDIN NOOR GANIE, S.Pd., M.Pd.

Tajuddin Noor Ganie, S.Pd., M.Pd. (TNG) dilahirkan di kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, pada tanggal 1 Juli 1958. Ayahnya bernama Igan Abdul Ganie Masrie bin Hans J. Alur (1937-2003) dan ibunya bernama Hajjah Salabiah binti H. Jahri. Datuknya di pihak ayah bernama Asau (Banua Padang, Rantau) dan datuknya di pihak ibu bernama H. Marhalit (Sungai Banar, Amuntai). Istrinya bernama Norsidah binti Basri, dan mempunyai 2 orang anak Nurul Maulida dan Dwi Yulianita.

Pendidikan dasar ditempuhnya di SDN Mawar Kencana Banjarbaru (lulus, 1971), kemudian melanjutkan ke SMEPN Martapura (lulus, 1974), dan SMEAN Martapura (lulus, 1977). Ketika berusia 39 tahun, TNG secara tiba-tiba tertarik melanjutkan pendidikannya ke PBSID STKIP PGRI Banjarmasin (diwisuda sebagai wisudawan terbaik, 2002). Skripsinya berjudul Profil Sastrawan Kalimantan Selatan 1930-1999 telah diterbitkan pada tahun 2002. Selanjutnya TNG melanjutkan pendidikannya ke Program Pascasarjana PBSID FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (lulus dengan presikat sangat memuaskan, 2005). Tesisnya berjudul "Karakteristik Peribahasa Banjar : Kajian Bentuk, Makna, Fungsi, dan Nilai "telah diterbitkan pada tahun 2005. Selain itu semua peribahasa Banjar yang telah dikajinya untuk keperluan penulisan tesis dimaksud telah diterbitkan dalam bentuk buku berjudul Kamus Peribahasa Banjar pada tahun 2005.
Sejak tahun 1979, bekerja sebagai PNS di lingkungan Departemen Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi (Depnakertranskop). Pernah bekerja di Kantor Binaguna Tenaga Kerja Kota Banjarmasin (1979-1985), Kanwil Depnaker Kalsel di Banjarbaru 1986), Kantor Kursus Latihan Kerja di Pelaihari (1986-1988), Kantor Kepaniteraan P4 Daerah Kalsel di Banjarmasin (1988-2006), dan sejak 1 Juni 2005 dipindah-tugaskan ke Balai Hyperkes dan Keselamatan Kerja Kalsel di Banjarmasin.

Sejak tahun 2002, TNG menjadi dosen tamu untuk mata kuliah kritik sastra, pendekatan struktural sastra, prosa fiksi dan drama, puisi, sosiologi sastra, dan penulisan kreatif sastra di PBSID STKIP PGRI Banjarmasin.

Pekerjaan lain yang ditekuninya di luar jam kerja adalah sebagai Pengelola Harian Pusat Pengkajian Masalah Sastra (PUSKAJIMASTRA) Kalimantan Selatan di Banjarmasin. PUSKAJIMASTRA yang dikelolanya ini memiliki 2 unit kerja, yakni Rumah Pustaka Karya Sastra dan Rumah Pustaka Folklor Banjar Melalui lembaga penelitian dan dokumentasi yang dipimpinnya ini, TNG memberikan bantuan bahan referensi yang diperlukan oleh siapa saja yang ingin meneliti dan menulis segala sesuatu mengenai karya sastra karangan sastrawan Kalsel dan folklor Banjar.

Selain itu, TNG juga bergiat sebagai pengurus di sejumlah organisasi bercorak kesastraan dan kesenian. Ia adalah Sekretaris Forum Dialog Sastra (FORDIAS) Banjarmasin, dan Bendahara di Komunitas Sastrawan Kalsel. Sejak tahun 1996, TNG juga menjadi salah seorang pengurus di Dewan Kesenian Kalimantan Selatan (DKKS), masa bakti 1996-2000 dan 2000-2005 bergiat di komisariat bidang dokumentasi dan informasi (dokinfo), dan pada masa bakti 2006-2010 bergiat di komisariat bidang penelitian dan pengembangan (litbang).

Mulai merintis kariernya sebagai sastrawan sejak tahun 1980-an. Sejak itu TNG aktif mempublikasikan puisi, cerpen, esai sastra, dan tulisan lepas mengenai folklor Banjar di berbagai koran terbitan Banjarmasin, Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta.
Buletin/jurnal/koran/majalah yang pernah memuat karya sastranya antara lain Buletin Antara Spektrum terbitan LKBN Antara Jakarta, SKH Berita Buana, SKH Media Indonesia, SKH Suara Karya, SKH Pelita, SKH Terbit, SKH Merdeka, SKM Swadesi, SKM Simponi, Majalah Senang, Majalah Idola, Majalah Topik, Majalah Misteri, Majalah Warnasari, Jurnal Kebudayaan, Majalah Mata Baca (semuanya terbitan Jakarta), SKH Jawa Pos, SKH Surya, Majalah Liberty (semuanya terbitan Surabaya), SKM Minggu Pagi (Yogyakarta), Majalah Bahana Brunei Darussalam, SKH Banjarmasin Post, SKH Dinamika Berita, SKH Radar Banjarmasin, SKH Barito Post, SKH Kalimantan Post, dan SKH Mata Banua (semuanya terbitan Banjarmasin).

Pada tahun 2005, novelnya berjudul "Tegaknya Masjid Kami" dimuat secara bersambung di SKH Radar Banjarmasin.

TNG adalah orang pertama yang memilah-milah peribahasa Banjar menjadi 2 klasifikasi, yaitu : peribahasa Banjar berbentuk puisi, dan (2) peribahasa Banjar berbentuk kalimat. Peribahasa Banjar berbentuk puisi terdiri atas genre/jenis, yakni : (1) Gurindam, (2) Kiasan, (3) Mamang Papadah, (4) Pameo Huhulutan, (5) Saluka,dan (6) Tamsil (paparannya sudah dapat dibaca dalam tulisannya di Wikepdia, Peribahasa Banjar berbentuk Puisi, lihat : Seni Tradisional Banjar). Peribahasa Banjar berbentuk kalimat terdiri atas 5 genre/jenis, yakni : (1) Ibarat, (2) Papadah, (3) Papatah-patitih, (4) Paribasa, dan (5) Paumpamaan.

Antologi puisi TNG yang sudah diterbitkan antara lain Bulu Tangan (HPMB, Banjarmasin, 1982). Sementara itu antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain : Antologi Puisi ASEAN (Denpasar, 1982), Puisi Indonesia 1987 (DKJ TIM Jakarta, 1987), Selagi Ombak Mengejar Pantai 6 (Selangor, Malaysia, 1989), Festival Puisi XII (Surabaya, 1990), Potret Pariwisata Indonesia dalam Puisi (Jakarta, 1990), Festival Puisi Kalimantan (Banjarmasin, 1992), Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka (Taman Budaya Surakarta, 1995). Selain itu, TNG juga telah menjadi editor untuk sejumlah penerbitan antologi puisi bersama terbitan Banjarmasin, yakni : Dahaga-B.Post 1981 (1982), Banjarmasin Kota Kita (1984), Elite Penyair Kalsel (1986), dan Festival Puisi Kalimantan (1992).

Antologi cerpen TNG yang sudah diterbitkan adalah Nyanyian Alam Pedalaman (Penerbit Pustaka Pelajar Yoggyakart, 1999). Buku ini memuat 12 judul cerpen bertema pariwisata Kalsel (ditulisnya bersama Hadian Noor). Pada tahun 2005, TNG menjadi salah seorang anggota penulis buku biografi Walikota Banjarmasin Bapak Midfai Yabani berjudul Dari Walikelas Menjadi Walikota.

Cerpen-cerpen yang dimuat di Majalah Idola Jakarta pada tahun 1980-1989 telah diteliti oleh 3 orang mahasiswa PBSID STKIP PGRI Banjarmasin untuk keperluan penulisan skripsi mereka, yakni : Profil Tokoh Antagonis dalam Cerpen-cerpen Tajuddin Noor Ganie (Fetty Dahliani, 2001), Tokoh Protagonis dalam Cerpen-cerpen Tajuddin Noor Ganie (Ni Ketut Suwandi, 2001), dan Analisis Tema dan Penokohan Dalam Cerpen-cerpen Tajuddin Noor Ganie (Norhidayat, 2003). Selain itu penelitian atas cerpen-cerpen TNG juga sudah dilakukan oleh Dra. Hj. Endang Sulistyowati, M.Pd, hasil penelitian dimaksud telah dibukukan di bawah judul Cerita Rakyat Etnis Banjar Sebagai Sumber Ilham Penulisan Kreatif Sastra : Analisis Hubungan Intertekstualitas Penulisan Cerpen-cerpen Tajuddin Noor Ganie (2005).

Buku-buku TNG yang juga sudah diterbitkan antara lain Penyair Kalsel Terkemuka Selepas tahun 1980 (1982), Sejarah Lokal Kesusastraan Indonesia di Kalsel (1985), Apa dan Siapa Sastrawan Kalsel (1985), Ensiklopedia Lokal Kesusastraan Indonesia di Kalsel (1995), Sketsa Sastrawan Kalimantan Selatan (bersama Jarkasi, Pusat Bahasa Kalsel, Banjarmasin, 2001), Profil Sastrawan Kalsel 1930-1999 (Skripsi S.1), Karakteristik Bentuk, Makna, Fungsi dan Nilai Peribahasa Banjar (2005), dan Kamus Peribahasa Banjar (Edisi 2006, dan Edisi 2007), dan Jatidiri Puisi Rakyat Etnis Banjar di Kalsel (Peribahasa Banjar, Pantun Banjar, Syair Banjar, Madihin, dan Mantra Banjar)(Rumah Pustaka Folklor Banjar, Banjarmasin, 2007).

Khusus Kamus Peribahasa Banjar (Rumah Pustaka Folklor Banjar, Edisi 2007) di dalamnya dimuat 1.358 buah peribahasa Banjar. Setiap peribahasa Banjar yang menjadi entrinya dipaparkan secara rinci bentuk fisiknya, makna muatan dan makna ikutannya, fungsi sosial kemasyarakatannya, dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Forum sastra dan budaya yang pernah diikuti TNG antara lain : Forum Penyair Muda Delapan Kota Kalsel (Banjarmasin, 1982), Apresiasi Penyair Puncak Penyair ASEAN (Denpasar, 1983), Siklus Lima Penyair Kalsel (Banjarmasin, 1983), Festival Puisi XII (PPIA Surabaya, 1990), Festival Puisi XIII (PPIA Surabaya, 1992), Festival Puisi Kalimantan (Banjarmasin, 1992), Hari Sastra X (Shah Alam, Selangor, Malaysia, 1993), Festival Puisi XIV (PPIA Surabaya, 1994), Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka (Surakarta, 1995), Temu Penyair Nasional (Tasikmalaya, 1999), dan Dialog Borneo VII (Banjarmasin, 2003).

Berkaitan dengan prestasi, reputasi, dan dedikasi kesastrawanannya, TNG telah menerima sejumlah penghargaan, antara lain : Penulis Esai Sastra Bulan Bahasa (Pusat Bahasa, Jakarta, 1985), Pemuda Pelopor Kalsel Bidang seni Budaya (Menpora, Jakarta, 1991), Hadiah Seni Bidang Sastra (Gubernur Kalsel, 1998), Penulis Naskah Fiksi Keagamaan (Menteri Agama, Jakarta, 2002). Pada tahun 2005, sejumlah pembaca SKH Radar Banjarmasin pernah mengajukan TNG sebagai Calon Gubernur Kalsel Pilihan Saya (dalam bentuk angket terbuka).

Biografi Kesastrawanan TNG ikut dimuat dalam sejumlah buku referensi, antara lain : Leksikon Kesusastraan Indonesia Modern (Pamusuk Eneste, 1990), Leksikon Kesusastraan (Suhendra Yusuf, 1995), Sesuatu Indonesia (Afrizal Malna, 2000), Leksikon Susastra Indonesia (Korrie Layun Rampan, 2000), dan Buku Pintar Sastra Indonesia (Pamusuk Eneste, 2002).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar